Ibnu taimiyyah juga berkeyakinan bahwa orang tua rasulullah saw
berada di neraka, dan rasulullah saw dilarang untuk memintakan
ampunan kepada mereka [Ikhthaza us Sirathul Mustaqim oleh Ibnu
Taimiyyah hal. 401]. Padahal Al-Quran menyebutkan bahwa sulbi-sulbi
tempat bersemayamnya nur [nur rasulullah saw] itu adalah sulbi-sulbi
orang-orang suci.
Ini berarti bahwa orangtua dan nenek moyang
Rasulullah sampai ke Nabi Adam as. Istilah al-Quran, al-Sajidîn,
orang-orang patuh. Allah berfir-man:Dan bertawakallah kepada Tuhan
Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihatmu saat engkau
bangun dan perpindahanmu dari sulbi ke sulbi orang-orang patuh (QS.
26:217-219). Al Allamah Jalaluddin Suyuti dan Qadhi Ibn `Arabi
menulis : Barang siapa mengatakan kedua orang tua rasulullah saw
kafir maka terlaknat dan tempatnya di neraka. ["Manifa fi abbaya
Shareefa" oleh Allamah al Hafidh Jalaluddin Suyuti, "Risala Turzul
Imama" oleh Qadhi Ibn Arabi]
Ibnu Taimiyyah juga memfitnah rasulullah saw dengan mengatakan: "
Pendapat yang mengatakan bahwa rasulullah saw terjaga dari dosa
besar tapi tidak terjaga dari dosa kecil , adalah bukan hanya
pendapat mayoritas ulama islam dan seluruh madzhab, melainkan
pendapat semua kalangan ahli tafsir, ahli hadist, dan para
fuqaha.Tidak ada riwayat dari para sahabat, tabi'in , para imam
salaf yang tidak setuju dengan pendapat ini. [majmu' al fatawa oleh
Ibnu Taimiyyah vol 4 hal. 319 - 320] Padahal Nabi Muhammad saw
adalah manu-sia suci. Tidak pernah berbuat kesalahan, apalagi dosa.
Namun demikian, ia tetap manusia biasa seperti manusia lainnya,
dalam arti bahwa secara biologis tidak ada perbedaan antara Nabi saw
dengan yang lain. Allah berfirman dalam QS. 33:33: " Sesungguhnya yang dikehendaki Allah ialah menjauhkan kamu wahai Ahlul Bait dari segala kotoran dan mensucikan kamu sesuci-sucinya" .
Nabi Muhammad selalu dibimbing Allah Swt. Ucapannya, perbuatannya, tutur katanya dan sebagainya semuanya di bawah pengarahan dan bimbingan Allah Swt. Sesungguhnya dia (Muhammad) tidak bertu-tur kata atas dasar hawa nafsu, melainkan se-muanya semata-mata adalah wahyu yang di-wahyukan kepadanya (QS. 53:3-4).
Nabi Muhammad saw adalah panutan yang sempurna, uswatun hasanah.
Allah berfirman: "Sesungguhnya dalam diri Rasulullah terdapat teladan yang baik buat kamu." (QS.33:21). Karena itu, maka "Apa pun yang di-bawanya harus kamu terima dan apa pun yang dilarang-nya harus kamu jauhi." (QS. 59:7)
Tuesday, February 13, 2007
Orang Tua Rasullulah - kata Taimiyyah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 Comments:
Post a Comment